Langsung ke konten utama

Postingan

REFLEKSI LDK

Tanggal 15-17 Maret kemarin, aku dan teman-teman mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di Villa Botani, Bogor. Sebagai tiket kami berangkat ke LDK, kami harus melengkapi beberapa tugas pra-ekspedisi.

Persiapannya itu yang pertama, bikin nasi. Menurutku ini sangat penting karena tanpa latihan, kami tidak akan berhasil membuat nasi yang empuknya pas. Jadi harus banyak-banyak latihan memang guys. Nah yang tidak kalah penting juga adalah olahraga!! Kalau tidak olahraga yang benar nih guys, bakalan kecapean banget pas trekking. Jadi supaya bisa keep up, olahraganya harus yang niat ni.

Kami juga saling mengingatkan teman-teman seregu supaya memenuhi jadwal olahraga. Karena kalau ada yang keskip atau kosong, bisa-bisa kita nanti harus nyuciin piring regu lain. Untungnya reguku cukup disiplin dan bisa diandalkan. Jadi semua jadwal olahraga terpenuhi.

Banyak hal yang kualami saat berkegiatan di acara LDK kemarin. Contohnya, tali-temali, jurit malam, menjadi MC di api unggun, jalan-jala…
Postingan terbaru

Movie review Survival Family

Oke, jadi secara garis besar, film ini menceritakan sebuah keluarga kota yang tinggal di Tokyo dan seperti banyak keluarga kota lainnya, mereka jarang berinteraksi satu sama lain. Bahkan ayah yang memiliki 2 anak ini seperti tidak punya waktu untuk mereka, sementara ibu mereka sangat perhatian, tapi tidak digubris oleh anak-anaknya yang hanya mementingkan gadget mereka.

Pada suatu hari, terjadiah pemadaman listrik di dunia yang membuat keluarga kota ini kebingungan. Mereka tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka yang sudah sangat dibantu oleh teknologi dan listrik. Mulai dari transportasi sampai mencari berita, semuanya tidak ada yang bisa dipakai.

Mereka terlihat sangat kesusahan tanpa listrik. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari Tokyo dan mengungsi ke desa dimana tempat ayah dari ibu keluarga ini tinggal. Dikarenakan kereta yang biasa mereka gunakan untuk berpegian adalah kereta listrik, mereka terpaksa melakukan perjalanan dengan sepeda, dengan bantuan peta dan b…

Log Book Pramuka 2018 term 2

Ini isi logbook aku selama term ke-2 Pramuka Oase 2018.







Laporan Keuangan Regu De Dublob

Laporan keuangan Regu Dublob

Belanja Sayur dan Bumbu dari rumah:
Ratri : Rp. 48.000 Anja : Rp.  25.000 Ceca : Rp. 17.000 Andini : Rp. 1.000 Total  : Rp. 130.000


Beli keperluan di Pulau :

Di P. Untung Jawa
Kelapa 2 : Rp. 40.000
Belanja di P. Pramuka
Bakso mentah 15 biji : Rp. 15.000 Telur 8 butir : Rp. 20.000 Air minum : Rp. 6.000 Makan siang : Rp. 68.000  Beli sarapan di pelabuhan P. Pramuka : Rp. 20.000

Total : Rp. 129.000

Total semua uang yang dipakai : Rp. 490.000

Jadi setiap orang dapat uang Rp. 98.000

Day 5: Bye Kepulauan Seribu!

Seperti biasa, pagi itu kami dibangunkan oleh Kaysan untuk subuhan. Hari itu aku benar-benar tak ingin bangun, karena anginnya sedang kencang dan itu membuatku menjadi mager. Bangun-bangun, Adinda langsung mengeluh padaku karena katanya aku menendang kepalanya. Tak kebayang bagaimana posisiku, tapi hal itu sebenarnya bisa terjadi sih.

Aku yang mengungsi di tenda Regu Putri Do-Young memutuskan untuk bangun dan mengecek reguku. Wah, ternyata Anja sudah bangun dan sudah mengamati komporku. Ternyata dia bingung cara mengeluarkan gas dari kompor itu. Melihatnya, membuatku geli karena cara dia mengamati kompor, seperti mengamati serangga yang sudah sangat langka. Setelah puas menertawakan Anja (aku ketua yang buruk), aku akhirnya membantunya mengeluarkan gas.

Untuk memulai hari, aku membereskan flysheet, matras, dan tali jemuran reguku. Dan hari itu aku harus melakukan kegiatan yang paling aku benci. Bukan hanya pulang, tapi harus packing ulang. ARGH sangat merepotkan! Karena buatku packing …