Langsung ke konten utama

Video Dokumenter Favorit

Video dokumenter favoritku adalah salah satu video dari Eagle Awards, yang berjudul Dolanan Kehidupan. 
Video ini menceritakan tentang seorang ibu (bisa dibilang nenek) yang mencari nafkah dengan cara  berjualan mainan anak dari bambu.
Berjualan mainan ini sudah menjadi pekerjaan turun temurun. Sejak jaman perang, Bu Wiyarjo sudah diajak berjualan bersama neneknya. Ia dulu tinggal bersama anaknya, tapi semenjak anaknya melahirkan, Ia pindah ke gubuk kecil. Ia melakukan semua kegiatan di gubuk kecil itu sendiri, anaknya sering membantu Ibu Wiyarjo dalam proses membuat mainan. Setiap hari, Ia bangun subuh-subuh untuk berjalan ke lokasi dimana mainannya bisa laku. Perjalanan dari rumahnya ke lokasi dimana Ia berjualan, sekitar 20 km. Ia tidak takut jika mainannya tidak laku, karena Ia percaya bahwa Tuhan selalu memberi kesempatan untuk hidup. Sampai sekarang, Ia masih sering berkunjung ke rumah anaknya, dan menjenguk cucunya yang Ia sayangi.

Aku memilih video ini sebagai video dokumenter favoritku karena semangat hidup Bu Wiyarjo sangatlah tinggi, dan Ia memberiku motivasi supaya tidak pantang menyerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wihiiiiii, Bermain Di Kepulauan Seribu!! (OasEksplorasi Day-2)

“Duh panas banget sih?!” pikirku yang masih   tergeletak di ranjang dengan baju yang basah kuyup terkena keringat. Walaupun ada AC di kamar, tapi sepertinya AC tersebut membuat kamar malah tambah panas. Saat kulihat jam tanganku, ternyata baru jam 2 pagi! Ugh, malam masih panjang, dan aku tidak bisa tidur karena panas yang sangat menusuk. Akhirnya, aku mengambil buku ku, dan mengipasi diriku sampai aku tertidur lagi. Aku terbangun lagi jam 05.00 pagi, dan langsung memukul pelan punggung Syifa dan Tata. Ya, untungnya mereka bangun cepat, jadi aku merasa lebih tenang karena tidak ada PR membangunkan orang yang susah dibangunkan. Pagi itu, kami langsung mengambil bolpen dan buku, sehingga dapat langsung menyelesaikan jurnal yang kemarin belum selesai. “Toktoktok” suara itu terdengan dari pintu kamar kami. “Syifa, Tata, sarapan dulu” suara Ibu masuk dari depan pintu kamar. Memang, Ibu tidak pernah sekalipun memanggil namaku :( . Ibu membelikan kami sarapan nasi uduk dan ...

THE REAL ADVENTURE - ONE MONTH FULL OF ADVENTURE PART 5

Perpisahan Selama menginap di rumah Fatul, aku merasa kurang banyak mengobrol dengan ibu dan bapak. Aku selalu mencoba memulai pembicaraan lebih dalam, namun hanya dijawab seadanya. Aku mengira mungkin aku melakukan kesalahan yang aku tidak sadari.  Pagi dari hari terakhir saat aku menginap di rumah Fatul. Ibu mulai membuka pembicaraan. Ibu meminta maaf padaku karena menurutnya, makanan yang disajikan untukku, kurang layak. Aku sangat sedih, mengapa ibu bisa berfikir bahwa makanannya kurang layak? Padahal dirumah, makanan-makananku juga sama seperti yang ibu masak.  Terjadilah pagi itu, kami sudah seperti lebaran. Saling maaf-maafan sampai Fatul pun gabung meminta maaf. Ibu menyiapkan bermacam-macam snack yang bisa aku bawa dan makan di sekolah. Yaampun ibu, bisa-bisanya ibu merasa kurang melayaniku. Padahal aku yang kurang melayani ibu. JANTARA Pagi itu, setelah aku foto bersama dengan bapak dan ibu, akhirnya kami berangkat sekolah. Di pe...

Kemping Ceria Pramuka H1

"Eh tadi senter udah kan pah? Duh batrenya kayaknya sih udah aku masukin. AAAAK udah lengkap semua belom yaaaa????" Teriakan-teriakan di pagi itu menjadi alarm untuk tetangga-tetanggaku. Duh, aku jadi merasa bersalah. Pagi itu aku sangat khawatir karena takut ada barangku yang tertinggal. Tapi papa selalu menenangkanku dan bilang, "udah dicek belum listnya? udah lengkap semua kan? yaudah." Tapi tetap saja aku masih gelisah, heheheh. Akhirnya setelah semua lengkap, kami berangkat pada jam 07.56, dari rumah. Tapi di tengah perjalanan, papa mengingatkan lagi, dan ternyata aku lupa memasukkan tongkat pramuka ku kedalam mobil!!! Papa langsung banting stir, dan ngebut untuk sampai kerumah lagi. aku turun mobil, memanjat pagar, dan langsung mengambil tongkat pramuka sambil lari secepat mungkin, alhasil aku sempat terjatuh. Haduh, memang aku adalah anak yang sangat teledor. Setengah jam kemudian, akhirnya aku sampai di titik kumpul. Semuanya sudah berkumpul dan sudah ...