Langsung ke konten utama

Postingan

ADVENTURE IS OUT THERE!

Pada tanggal 23 Mei 2019, aku beserta keluarga pergi keluar kota setelah sudah berlumut di rumah. Rasa tidak sabar memenuhi hati dan pikiran, karena keluargaku sangat menikmati perjalanan darat yang jauh dan penuh rintangan. Untuk libur lebaran tahun ini, sedikit- jauh berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Tidak, nenekku tidak pindah ke kota, dan juga bukan karena lebarannya sepi. Nenekku masih tinggal di kampung, dan  saudara-saudaraku juga masih ramai berkumpul. Tapi karena libur lebaran kali ini, aku mendapat tugas liputan & AKU SEDANG DALAM PROGRAM DIET!! Aku tau, itu adalah hal yang sangat menyeramkan untuk dilakukan. Bahkan lebih seram daripada naik flying fox yang sangat tinggi. Lebaran kan harusnya makan dimana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja. Kali ini aku tidak bisa :") Keputusan ini aku sendiri yang ambil, bukan karena dipaksa atau bagaimana. Oh, kalau buat yang 'liputan' itu, itu sepenuhnya ide orangtuaku. Aku sih oke-oke aja, aku menikmati...

REFLEKSI LDK

Tanggal 15-17 Maret kemarin, aku dan teman-teman mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di Villa Botani, Bogor. Sebagai tiket kami berangkat ke LDK, kami harus melengkapi beberapa tugas pra-ekspedisi. Persiapannya itu yang pertama, bikin nasi. Menurutku ini sangat penting karena tanpa latihan, kami tidak akan berhasil membuat nasi yang empuknya pas. Jadi harus banyak-banyak latihan memang guys. Nah yang tidak kalah penting juga adalah olahraga!! Kalau tidak olahraga yang benar nih guys, bakalan kecapean banget pas trekking. Jadi supaya bisa keep up, olahraganya harus yang niat ni. Kami juga saling mengingatkan teman-teman seregu supaya memenuhi jadwal olahraga. Karena kalau ada yang keskip atau kosong, bisa-bisa kita nanti harus nyuciin piring regu lain. Untungnya reguku cukup disiplin dan bisa diandalkan. Jadi semua jadwal olahraga terpenuhi. Banyak hal yang kualami saat berkegiatan di acara LDK kemarin. Contohnya, tali-temali, jurit malam, menjadi MC di api unggun, jalan...

Movie review Survival Family

Oke, jadi secara garis besar, film ini menceritakan sebuah keluarga kota yang tinggal di Tokyo dan seperti banyak keluarga kota lainnya, mereka jarang berinteraksi satu sama lain. Bahkan ayah yang memiliki 2 anak ini seperti tidak punya waktu untuk mereka, sementara ibu mereka sangat perhatian, tapi tidak digubris oleh anak-anaknya yang hanya mementingkan gadget mereka. Pada suatu hari, terjadiah pemadaman listrik di dunia yang membuat keluarga kota ini kebingungan. Mereka tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari mereka yang sudah sangat dibantu oleh teknologi dan listrik. Mulai dari transportasi sampai mencari berita, semuanya tidak ada yang bisa dipakai. Mereka terlihat sangat kesusahan tanpa listrik. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari Tokyo dan mengungsi ke desa dimana tempat ayah dari ibu keluarga ini tinggal. Dikarenakan kereta yang biasa mereka gunakan untuk berpegian adalah kereta listrik, mereka terpaksa melakukan perjalanan dengan sepeda, dengan bantuan peta ...

Log Book Pramuka 2018 term 2

Ini isi logbook aku selama term ke-2 Pramuka Oase 2018.

Laporan Keuangan Regu De Dublob

Laporan keuangan Regu Dublob Belanja Sayur dan Bumbu dari rumah: Ratri : Rp. 48.000 Anja : Rp.  25.000 Ceca : Rp. 17.000 Andini : Rp. 1.000 Total   : Rp. 130.000 Beli keperluan di Pulau : Di P. Untung Jawa Kelapa 2 : Rp. 40.000 Belanja di P. Pramuka Bakso mentah 15 biji : Rp. 15.000  Telur 8 butir : Rp. 20.000  Air minum : Rp. 6.000  Makan siang : Rp. 68.000  Beli sarapan di pelabuhan P. Pramuka : Rp. 20.000 Total : Rp. 129.000 Total semua uang yang dipakai : Rp. 490.000 Jadi setiap orang dapat uang Rp. 98.000