Minggu, 25 Maret 2018

IPB Hari 1 - PENGAMATAN ALAM

"TEWEWEWEWW"
Aku mendengar alarmku yang sudah berbunyi kesekian kalinya, dan hanya aku snooze. Tapi akhirnya setelah berbunyi lagi, Papa membangunkan aku dengan memukul kakiku. Aku terbangun dan hanya mengeluarkan suara aneh yang artinya aku masih ngantuk dan tidak mau bangun. Ya sayangnya aku teringat bahwa aku harus berangkat pagi, dan sudah janjian dengan Abel dan Hanin di St. Kranji.
Aku akhirnya bangkit dari tempat tidur, dan menyambar handuk dengan cepat kilat. Dan aktifitas pagi yang classic pun terjadi, memakai sabun sebagai odol.....? Ya, pokoknya gitu. Mama menyiapkan bekal makan siangku, lalu aku siap berangkat!

"ABEL BURUAN"
Aku sampai di St. Kranji sekitar jam 4.45, dan ternyata belum ada yang datang. Jadi aku menunggu dengan carrierku yang menurutku gedenya "lebay". Sebenarnya tidak terlalu berat, tapi karena ada sepatu boot yang tinggi, memenuhi tempat. Jadi aku terpaksa menggunakan carrier, dan tidak bisa menggunakan tas kecil. Untungnya Hanin tidak lama kemudian datang, jadi tinggal menunggu Abel. Kereta kami berangkat jam 4.59, dan sudah jam 4.55 dan abel belum datang! Pertamanya ingin aku tunggu, tapi aku harus sarapan dulu di St. Manggarai karena kalau tidak, maagku bisa kambuh, dan jika maagku kambuh, aku akan sangat tidak menikmati perjalanan ini. Jadi aku memutuskan untuk meninggalkan Abel, dan memberitahu Abel supaya menaiki kereta yang jam 5.22.
Aku sebenarnya sangat tidak enak dengan Abel, tapi kereta jurusan jakarta kota (yang melewati manggarai) yang jam 5.22 akan sangat penuh, dan akan sangat susah menaiki kereta yang penuh dengan carrier 50 literku itu.
Dan akhirnya dengan selamat, Aku dan Hanin sampai di St. Manggarai sekitar jam setengah 6.

"YO WASSAP BRADER"
"eh itu agla kan?" pikirku yang sedang duduk menikmati onigiri yang barusan kubeli. Aku bangun, dan melihat Michelle melambaikan tangan kearahku. Wah ternyata itu mereka! Geng Buaran!(bersama abel yang ketinggalan wakakakak). Aku langsung mendekati mereka, dan membantu membawa bawaan mereka yang banyak. Alev dan Kaysan sibuk sendiri dibelakang, dan yang ciwi2 langsung rusuh bersamaku. Dan akhirnya, kami duduk-duduk sambil mengobrol sembari menunggu Ziel dan Nawra.
Ziel sudah dekat, dan sempat beberapa kali aku teror supaya cepetan. Tapi Nawra, tidak ada kabar. Sudah aku WA, dan sempat aku coba WAcall, tetap tidak ada jawaban. Sementara kami sudah mau berangkat. Jadi kami tidak menunggu Nawra, karena "katanya" tidak ada kesepakatan saling menunggu.

"HARUSNYA KAMU TUNGGUIN DONG!"
Kami mendapat kereta ke Bogor, dan sudah mulai kalem, dan mulai mengobrol. Tapi tiba-tiba grup di WA rusuh. TERNYATA NAWRA BARU PERTAMA KALI NAIK KERETA! Aku langsung merasa bersalah, lebih tepatnya semuanya merasa bersalah. Aku langsung ngontak Nawra dan memberitahu caranya. Ternyata Nawra sudah agak kalem, dan sudah mengerti apa yang harus dia lakukan. Kami semua benar-benar panik, dan bingung. Tapi ketika aku sms, ternyata Nawra sudah masuk kereta, jadi dia tinggal menunggu. Nah ternyata, Nawra itu satu kereta dengan Kak Dinda, tapi aku tidak tahu apakah mereka saling mengetahui bahwa mereka di kereta yang sama.
Di kereta, kami bertemu dengan Tata, Trisha dan Hibban. Dan kami mengobrol sampai ke stasiun akhir, St. Bogor.

"AKHIRNYA SAMPAI"
Sesampainya disana, aku langsung lega. Sepertu beban #1 sudah kelar. Lanjut beban #2. Jadi di St. Bogor, kami mengumpulkan teman-teman kami yang belum datang. Disana ada Kak Wow/Kak Wo/PaWow/Kak PaWo/ yapokoknyaitu, ada Kak Bagus, dan ada Kak Dinda yang barusan datang. Disana kami main, mengobrol, bercanda, dan melakukan hal-hal asyik lainnya.
Setelah semuanya berkumpul, kami akhirnya berangkat ke IPB! Kami menggunakan angkot dari St. Bogor, ke Laladon, dan lanjut ke IPB yeey!!
Didalam angkot yang kami naikin, isinya 60% tas dan sisanya baru kita hahaha. Kami umpek-umpekan di dalam angkot, but we survived! Setelah kami turun di Laladon, kami melanjutkan perjalanan ke IPB dengan angkot yang beda. Masalahnya, di angkot yang kami naikin ke Kampus IPB, ada lebahnya! Lebah itu terbang-terbang diantara kita, membuat kita cemas dan ketakutan. Tapi Khansa selalu menenangkan kita supaya jangan gerak banyak karena akan memitju lebah untuk mendekat kita.

"AAA ADA ANJING!! YASH!"
Kami turun di pintu belakang, sepertinya, dan kami berjalan sampai ke sekretariat. Perjalanan lumayan jauh, kami sempat kelelahan tapi masih tetap maju! Wah saat itu kami sampai di titip benar-benar lelah dan ingin istirahat, tapi katanya sekretariat sudah dekat, kami jadi semangat, dan ingin cepat-cepat sampai. Saat kantornya sudah terlihat, aku langsung lari, melepas sepatu dan menaruh tasku. Kami dipersilahkan untuk istirahat, dan kalau ada yang mau sholat, bisa sholat. Ketika yang lain sholat, aku baru sadar bahwa ada anjing! Aku langsung mendekatinya. Ada 3 anjing, namanya Choki, Kosmo, dan satu lagi belum diberi nama karena masih kecil, tapi aku memanggilnya "kucu". Setelah kami istirahat, kami disuruh mengambil kacu, dan bersiap-siap untuk upacara. Aneh, hari itu upacara berasa sangat singkat.

"YEY EKSPLORASI"
Selesai upacara, kami bersiap-siap untuk menjelajah dan mencari jejak satwa. Tadi, kami sudah diajarkan acara untuk membuat gypsum yang akan kita cetak di jejak satwa yang akan kita temukan. Kami berangkat per-regu. Regu Katelia berangkat bersama KakWow, dan diikuti Choki!! Aku sangat semangat karena kita akan eksplorasi bersama Choki.
Nah, siang itu matahari sangat terik saat kita berjalan ke hutan, tapi ketika kita memasuki hutan, waahh berasa sangat adem. Sejuk sekali hawanya. Pohon-pohon sangat rapat membuat hutan seperti ada atapnya. Burung-burung berkicauan, dan kupu-kupu berterbangan diatas kita.


"DUH BANYAK BANGET NYAMUKNYA"
Saat kami memasuki hutan, dan disambut dengan akar-akar gantung yang menjadi seperti gorden yang membatasi hutan dan jalanan. Kami seperti memasuki Jurassic Park gitu. Jadi gregetan. Misi kami saat itu adalah menaruh cetakan ke jejak kaki hewan. Sebelum kami berjalan masuk ke hutan, kami sudah mendapatkan sedikit ilmu untuk mencetak gypsum ke jejak kaki hewan yang sudah diakali oleh kakak-kakak sekala.
Dan akhirnya kami sampai ke tempat dimana jejak ditemukan. Jejaknya besar, mirip seperti- HARIMAU?! Teman-temanku kaget dan muka mereka lucu sekali. Aku dan Khansa hanya mengamati jejak sambil menertawai mereka. Kami langsung membuat adonan gypsumnya, lalu mencetak dengan sangat hati-hati.
Di tempat kami mencetak jejak kaki hewan, banyak sekali nyamuknya. Jadi kalau kita tidak bergerak-gerak, kita akan dikerubutin nyamuk. Saat itu pas banget aku memakai kaos dan celana hitam, nyamuk-nyamuk tambah banyak yang menghampiri. Saat aku sedang menuangkan gypsum ke plastik adonan, kakiku gatal sekali, alhasil banyak bubuk gypsum yang tumpah karena aku bergerak terus.


"YANG CEWEK KEMANA"
Setelah berjalan masuk hutan dan bergelud dengan nyamuk-nyamuk tadi, kami akhirnya sampai di sekretariat kembali dengan badan keringatan dan lengket. Sesampainya disana, aku langsung bermain bersama Kucu dan Kosmos, dan ternyata yang lainnya mandi! Aku sempat diajak, tapi aku kira masih ada yang menemaniku di sekretariat, ternyata sudah ke Masjid semua untuk mandi.
Akhirnya regunya Ziel datang dan aku ikut mereka untuk ke Masjid. Tapi ternyata Kosmo dan Kucu ikut! dan akhirnya aku mengantar mereka pulang dulu. Lalu aku balik lagi ke Masjid sendirian. Tapi yang untuk wanita kemana? Karena pintu yang depan tadi dimasukki oleh Ziel dan teman-temannya, jadi aku kira itu hanya untuk laki-laki. Aku merenung diluar dengan ekspresi bingung. Dan akhirnya aku balik lagi ke sekretariat dan bertemu dengan regunya Kaysan yang baru saja selesai pengamatan. Tak lama kemudian, regunya Adinda datang, dan aku merasa aman sekarang. Ada yang menemaniku ke Masjid untuk mandi.


"WAH JURIT MALAM NIH CERITANYA"
"Yuk! Pake sepatu bootsnya, bentar lagi kita berangkat" kata KakWow yang sudah mengingatkan beberapa kali. Dan setelah semuanya mempersiapkan barang-barang mereka, akhirnya kami mulai berbaris dan briefing per-regu. Ternyata malam itu, Regu Katelia tidak hanya dipandu oleh KakWow sendiri, tapi bersama temannya yang bernama Kak Bambang (bangbangbangbambangbangbam). Jadi Kak Bambang ini adalah ahli di bidang reptil dan amphibi.
Kami memasuki hutan yang tadi sore kami masukki. Malam ini lebih mencekam, kami memasuki gorden akar dengan jantung yang berdebar. Kami berjalan pelan, dan sangat mengamati sekitar, mencari mata yang bersinar. Tapi yang ditemukan malah hanya ngengat, jangkrik, belalang, dan beberapa laba-laba. Tidak ada reptil maupun kodok.
"Eh itu ada gerak-gerak di batu" kata Michelle yang sedang menyoroti batu dengan senter. Kak Bambang langsung maju secara perlahan, dan dengan cekatan menangkap sesuatu yang tadi gerak-gerak. Ternyata binatang itu adalah cicak batu! Cicak itu nama ilmiahnya "cyrtodactylus fumosus", jadi dia beda sama cicak rumahan yang kenyel-kenyel. Dia atasnya lebih kasar den keras.
Lalu kita berjalan lagi dan bertemu dengan Tokek (gecko-gecko) dan Bunglon . Perjalanan kami cukup panjang, dan hampir selama perjalanan, kami mendengar ada suara "quak quak" dan ketika kutanya, ternyata itu burung Cabak Kota. Burung Cabak ini termasuk burung yang nokturnal. Kami berjalan cukup lama, tapi tiba-tiba Kak Bambang berhenti dan bilang "Weh, ono pohon tumbang'e" ke KakWow. Waduh didepan kita ada pohon tumbang ternyata! Kami tidak bisa lewat. Jadi, kami pulang dengan jalur yang lain. Dan sepertinya perjalanan ini lebih cepat untuk sampai ke jalanan.

"HHHH DIA DIATAS KAKIKU!"
Setelah kami eksplor malam, kami akhirnya sampai di sekretariat. Kami langsung menuju aula untuk membuat jurnal. Diatas kami mencari spesies binatang apa saja yang telah kami temukan. Nah siangnya, CakHer menangkap bunglon, yang sekarang warnanya sudah menjadi coklat karena stress, dan malam itu, kami ingin mengobservasi bunglon tersebut. Dan sempat, Khansa ingin memegang. Tapi sayangnya saat khansa sudah memegangnya, Bunglon tiba-tiba kaget, dan langsung kabur dari tangan Khansa, ke kakiku. Aku langsung lemas, dan langsung ke posisi tiduran. Sang bunglon malah naik keatas lututku yang membuat aku langsung gregetan. Untungnya salah satu dari Kakak Sekala cepat tanggap, jadi langsung diambil.


Malam itu, berakhir dengan tragis.

1 komentar:

  1. WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
    OMG, I CAN'T STOP LAUGHING 😂😂
    Aku salut dari kalian yang belajar konsekuensi dari "yang meninggalkan" dan "yang ditinggalkan". Kalian sudah bisa mengatasinya dengan baik 😊
    sejauh ini, jurnal kamu yang paling jenaka diantara lainnya. Tetap pertahankan ya 😆
    Aku tunggu yang hari kedua 💕

    BalasHapus