Selasa, 06 Maret 2018

Kemping Ceria H2 - HARI YANG MENYENANGKAN

"SAHUUUUR SAHUUUUR!!!"
"Duh yaampun, perasaan baru aja tidur!" pikirku pagi itu saat dibangunkan oleh salah satu teman laki-laki. Aku duduk, mengumpulkan nyawa, lalu teriak membangunkan teman-teman satu tendaku. "YAAAK SELAMAT PAGIIIIII!! YOK BANGUN YOK!!" yang dijawab dengan tendangan dari Adinda. Teman-teman satu tenda ku tidak ada yang bangun. Hanya Anja yang sudah duduk sambil mengucek-ucek matanya. Aku menepuk kakinya Michelle, Agla, dan kemudian Adinda. Tapi hanya dijawab dengan "HmmmMmmMMm" dari mereka. Tak lama kemudian, Khansa mendorong-dorong pintu tenda kami, berniat untuk membangunkan. Aku memang sudah tidak sabar keluar tenda dan melihat indahnya pagi hari disana. Berhubung yang lainnya masih belum termotivasi untuk bangun, aku keluar sendiri. Betul-betul indah pagi itu! Sebenernya sih masih gelap, tapi udaranya yang sejuk membuatku melupakan tugas-tugas!

"AKHIRNYA AKU BISA JOGED!"
Diluar, aku bertemu Tata, Katya, dan Fattah yang sedang mendiskusikan sesuatu. Atau ya bisa dibilang mengobrol, hahah. Aku ikut nimbrung dengan memeluk katya, karena aku kedinginan. Fattah dan Tata menyapaku, dan langsung menanyakan bagaimana tidurku semalam.
Pagi itu, saat menunggu yang lainnya sholat, kami menghangatkan diri kami dengan bergerak terus menerus. Kalau Tata, dia menari, Katya, menggigil, Fattah, dia tidak merasa kedinginan. Dan aku, aku lari-lari ditempat dan melakukan gerakan-gerakan aneh yang mungkin mampu mengusir harimau jikalau kami bertemu dengannya. Tapi untungnya, hari itu kami tidak melihat harimau, bahkan musang saja tidak.
Aku memang dari dulu selalu kepingin melakukan koreografi dari group-group k-pop. Tapi sayangnya, aku tidak bisa menari. Nah pagi itu, aku meminta Tata untuk mengajarkanku cara untuk menari lagu "Ooh Ah" dari group Twice. Tata mengajarkanku dengan susah payah, dan akhirnya aku bisa!!! YEAYY!!! Terima kasih Tata!

"ADUH, SENAM?!"
Aku mengaku, memang aku paling lemah kalau soal olahraga, senam, beladiri, dan hal-hal fisik seperti itu. Aku mending duduk dan memotret suasana pagi disana. Tapi sayangnya, aku tidak bisa. Karena memang semua anak diwajibkan untuk ikut senam. Dan sialnya aku, aku berada di barisan paling depan. YEY!
Saat senamnya mulai, pasti ada saja yang menyauti aku dari belakang, mulai dari Agla, Michelle, Alevko, bahkan KAK OPAL! Aku merasa konyol melihat diriku yang seperti ini. Aku bahkan menertawakan diriku juga. Senamnya, makin lama semakin susah. Dan aku merasa terbully oleh Kak Opal! Memang kakak yang satu itu! Kami disuruh push up, plank, jumping jack, dan lompat-lompat lamaaaaaa sekali.
Fyuh, untungnya setelah kami lompat-lompat, akhirnya senam diselesaikan dan dilanjut dengan permainan dari Kak Opal.

"AKU TADI UDAH DEWA LHO PADAHAL!"
Permainan ini dinamakan suit revolusi. Jadi, kami dilahirkan sebagai telur, lalu kami akan bertumbuh menjadi ular, kemudian kami bervolusi menjadi badut, tapi sepertinya di permainan ini badutnya melakukan hal yang baik, jadi kami bereinkarnasi menjadi dewa. Ya, memang permainan ini tidak masuk akal, tapi boleh juga untuk hiburan.
Cara untuk memainkannya adalah, kami harus suit dengan orang yang berjenis sama dengan kami. Bingung? Sama, aku juga bingung. Duh gimana jelasinnya ya? Jadi, ketika sedang menjadi telur, kami harus suit dengan orang yang sedang menjadi telur juga. Begitu pula dengan ular, ketika sedang menjadi ular, kami harus suit dengan orang yang menjadi ular juga. Dan seterusnya. Sudah mengerti? Kalau belum, coba berdoa.
 Aku sudah menjadi dewa sekitar 5 kali, tapi ketika aku suit dengan salah satu temanku, aku kalah, dan menjadi telur lagi. Untungnya aku langsung mencari lawan, dan menang! Yeay jadi ular! Ketika aku ingin mencari teman suit, Kak Opal teriak, menginformasikan bahwa permainan telah seleai! "Yah aku masih jadi ular" kataku saat mengetahui bahwa permainan diselesaikan.

"YAELAH PUSH UP LAGI?!"
Ketika permainan selesai, Kak Opal mengumumkan bahwa yang tidak menjadi dewa saat permainan selesai, harus kena hukuman. Dan alangkah baiknya teman-teman para dewa karena mereka mengusulkan push up sebagai hukumannya. Yak. Aku sebagai ular, harus push up 10 kali. Untungnya aku bukan telur, karena harus push up 15 kali. Wakakakak, aku merasa kasian dengan mereka.

"MARI BERKEBUN" 
Hari itu, kami belajar cara membuat kompos, cara menanam, dan banyaak lagi. Jadi kami ini kemping di area Kebun Organik Loji Nenek. Disini memang menanam sayuran-sayuran yang nantinya akan dijual untuk konsumsi orang-orang.
Pertama, kami belajar cara untuk membuat kompos, ya kompos organik. Jadi, kompos yang kami buat, menggunakan kotoran kambing, dan kotoran ayam, dicampur dengan sekam kering. Lalu didiamkan selama sebulan. Lalu baru bisa dipakai untuk tanaman. Nah, kalau sesuatu berhubungan dengan organik, pastinya tidak akan menggunakan bahan kimiawi. Jadi, untuk pestisidanya, Kebun Organik Loji Nenek menggunakan pipis kelinci untuk pengusir hamanya.
Nah, lalu kami belajar cara untuk menanam, jadi sebelum tanaman ditanam di bedeng, benih sayuran, akan ditanam di semacam polybag, tapi saat itu kami menggunakan daun pisang, jadi bisa terurai. Nah kami menanam benih ke dalam tanah yang sudah dililit dengan daun pisang, lalu kami harus menunggu benih itu menjadi bibit, dan baru bisa ditanam di bedeng. Untuk menunggu benih bertumbuh menjadi bibit, dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu.
Tapi untungnya, kakak-kakak disini, sudah menyiapkan bibit yang siap untuk kami tanam di bedeng. Kami menanam selada saat itu. Aku merasa sangat bahagia sekali. Tidak tau juga kenapa, tapi aku merasa bahagia. Dari dulu, aku selalu suka sama yang namanya menanam. Tapi sayangnya, tanaman yang aku tanam selalu mati dan selalu gagal :(  Jadi mumpung disini, aku bisa hanya menanamnya saja, dan nanti yang merawat kan bibi yang kerja disana. wekekekek.
Kami juga memanen pakcoy keriting yang nantinya akan kami masak untuk makan siang. Mencuci pakcoy keriting itu ternyata susah banget ya, daunnya itu copot-copot terus.

"THE LEGEND OF KOMPOR BLEDUG"
Seperti tantangan tadi, kami harus memasak dengan bahan-bahan yang ada. Tapi kami bingung mau masak apa? Hmmm, untungnya Syeza jago masak, jadi dia yang memimpin kegiatan masak-memasak siang itu. Ketika aku sedang mengambil bahan-bahan untuk memasak, aku meminta yang lain untuk menyiapkan kompor. Supaya nanti ketika aku kembali, semuanya sudah siap.  Tapi ternyata kehidupan itu tidak segampang apa yang kita bayangkan. Kompor yang Katya bawa, mengalami sedikit masalah. Ketika dinyalakan kompornya, api langsung menyambar kemana-mana, lewat bolongan samping kompor, lalu diatas kompor juga apinya besar. Kata teman-teman sih seram. Tapi ya, untungnya, aku tidak melihat kejadian ini.
Kami bingung. Apa yang harus kami lakukan? Sebentar lagi waktunya habis, dan kita belum membuat apa-apa?! Aku sebagai seorang ketua, meminta Katya untuk mecoba lagi. Dan mereka tidak percaya aku bilang itu, mereka semua menatapku dengan wajah takut dan khawatir. Aku tetap bilang "Coba dulu aja", akhirnya dengan takut dan was-was kami mencoba menyalakannya lagi, dan ternyata tidak ada apa-apa. Fyuh, akhirnya aman.
Dengan cepat kilat, kami berusaha untuk memasak apa pun yang penting jadi. Kami memasukan bawang putih, cabe, pakcoy putih, pakcoy keritinng, telur, garam, gula, dan yang peling penting, MICIN!! Dengan kekuatan micin, masakan kami jadi enaaaaaaaak sekali. Seperti telur orek berkelas gitu.

"YEY PRAKARYA"
Siang itu setelah kami selesai memasak dan makan, kami dikumpulkan untuk membuat istana dari kardus. Wah teman-teman satu reguku sangat bersemangat, karena mereka anak art. Sementara aku, menggambar awan saja bentuknya nanti jadi tanah. Nah untuk kegiatan ini, teman-teman art sangatlah dibutuhkan. Jadi merekalah yang bekerja saat prakarya ini. Aku sempat mencoba memotong, tapi hasilnya, ckckck, aku malu dengan diriku sendiri. Jadi, kami dipimpin oleh Baba Sanjay. Yang membuatku tertarik saat kegiatan ini, malah cerita Baba Sanjay tentang awal mulanya kegiatan membuat prakarya dari kardus ini.

"WAH TERNYATA PANAHAN SERU YA"
"Priit priiit priiiittt" suara peluit yang ditiup Kak Sule memenuhi lapangan. Kami dengan cekatan,berbaris per regu. Nah kami diterangkan kegiatan selanjutnya yang akan kami laksanakan. Kami akan mendapatkan pelajaran orientering (tali-temali), kompas, dan panahan. Kamu juga dibagi menjadi 3 kelompok. Aku berada di kelompok 3 bersama Regu Kerang. Kami mendapatkan pelajaran tali-temali terlebih dahulu dengan Kak Irwan. Kami belajar cara membuat tandu. Ternyata sangat menyenangkan!
Dari pos tali-temali, kami lanjut dengan mempelajari cara menggunakan kompas. Buatku, kompas bukanlah hal yang asing. Jadi di pos ini, kelompok kami sangat lancar, dan dapat menyelesaikan tugasnya dengan sangat cepat.
Kemudian, kami tiba di pos panahan!!! Aku dari dulu selalu ingin mencoba panahan. Ternyata tidak segampang yang aku bayangkan. Agak susah untuk meinitikkan target. Tapi setelah beberapa kali coba, aku akhirnya masuk ke lingkaran kuning! Segitu saja, aku sudah senang sekali.

"IHIY, NGOMONG-NGOMONG DIDEPAN"
Beberapa orang yang sudah kenal aku dari lama pasti tau aku itu sebenarnya adalah anak pemalu yang tidak berani bersosialisasi dan presentasi. Bicara didepan keluarga saja, sering terbata-bata. Tapi sepertinya, pramuka ini sudah mengubahku. Aku sekarang jadi lebih percaya diri, dankadang tidak tau malu. Nah, jadi malam ini, kami dikumpulkan di aula untuk mempresentasikan kegiatan favorit kita dengan cara yang paling unik! Bisa dengan drama, puisi, lagu, tarian, dan lain-lain. Pertamanya, kelompokku sempat menyerah. Tidak ada ide sama sekali. Tapi kemudian Syeza memiliki ide yang cermelang. Yaitu tebak gambar. Seperti yang kalian ketahui, Katya dan Tata berada dikelompokku. Dan mereka sangat jago menggambar. Jadi, kami memilih untuk membbuat tebak gambar. Ketika aku dan Syeza membuat script, Katya dan Tata sangan sibuk menggambar. Muka mereka yang serius selalu membuatku ketawa ketika melihat mereka.
"Yaaak, waktunya habis yaaa. Sekarang, kita pilih siapa yang akan menjadi yang pertama untuk maju" kata salah satu kakak yang menjadi pembawa acara pada malam hari itu. Kami sudah cukup siap, aku bahkan tidak sabar untuk maju.
Hmm, tiba-tiba aku merasa sesuatu menepuk-nepuk bahuku. Eh, ternyata puspa memanggilku. Dia takut untuk bicara didepan, dia tida percaya diri san bingung harus berkata apa. Aku menenangkannya, dan selalu bilang "nanti kubantu" Tapi tetap! Dia ketakutan sampai mukanya terlihat sangat tegang.
Regu pertama yang maju adalah Regu Kerang!!! Nah, mereka membuat drama sebagai presentasinya. Mereka mempresentasikan tentang cara pembuatan kompos dan tentang nanam-menanam. Mereka benar-benar kocak! Ditambah dengan ekspresi wajah mereka yang sangat unik dan lucu. Kami benar-benar merasa terhibur dengan drama yang dibuat oleh Regu Kerang ini. Perutku sampai sakit, aku bahkan meneteskan airmata karena kelucuan mereka.
Regu kedua adalah Regu Tulip! Mereka ternyata membuat puisi! Wah indah sekali puisi-puisi yang mereka buat. Karena bisa kuakui, menulis puisi itu susah! Dan mereka membuat pusisi yang lebih dari satu, dan semuanya bagus-bagus!
Regu ketiga adalaaaah..... Regu Lotus!!! Yeay, akhirnya kami maju. Raut wajah Puspa sudah sangat tegang dan ketakutan. Tapi dia masih berusaha untuk senyum dan maju. Aku salut dengannya! Kami maju dan langsung menerangkan gambar-gambar yang dibuat oleh Katya dan Tata. Untungnya banyak teman-teman yang terhibur dengan presentasi kami. Presentasi berjalan sangat lancar, sampai pada giliran Puspa. Saat aku memberikan micnya, dia malah menyodorkannya balik ke aku. Hmmm, the show must go on, akhirnya aku mengimprovisasi dan berbicara tentang apa yang harusnya diterangkan oleh Puspa. Aku tetap berterima kasih dengannya, karena sudah mau ikut maju dan sudah mau tertawa dengan lelucon-lelucon garing buatanku dan Syeza.
Lanjut dengan Regu keempat, Regu Burung Hantu!! Mereka juga membuat drama. Menceritakan tentang bagaimana dulunya kompas dan panahan dapat terbuat. Seperti drama sejarah. Tapi drama yang ini bisa membuat perut sakit dan sesak napas. LUCU BANGET WOI! Ada alev yang berperan sebagai Amelia. Sepertinya alev memiliki darah komedian, dia sedang minum saja, aku dapat tertawa terbahak-bahak. Mungkin mukanya lucu ya. Mereka yang bermain di dalam drama ini, sangat menghayati, dan itu yang membuat kocak! Regu ini juara buatku!!!
Masih ada regu lagi lho! Regu kelima, Regu Singa Gembul. Mereka juga membuat drama. Mereka berakting menjadi regu-regu yang ada. Mereka menirukan yel-yel yang sudah dibuat oleh masing-masing regu. Aku terbahak-bahak saat Vito menirukan yel-yel Regu Lotus. Dia ternyata pandai menari! Tidak kusangka! AHAHAHAHAH Regu ini memang! Setalah mereka menampilkan yel-yel dari beberapa regu disini, sekarang waktunya regu terakhir, Regu Edelweis!!!
Menurutku, drama mereka sungguhlah indah! Kami hanya diberi waktu 30 menit, dan mereka dapat membuat drama yang sangat indah! Gila, aku belum siap dengan penampilan sebagus ini! Mereka juga menyisipkan sebuah puisi yang wow! Menurutku, regu mereka hebat!

"DUH NGANTUK BANGET- GROOOOK"
Malam itu kami sudah sangat lelah karena sudah berkeliling kebun, sudah panahan, belajar kompas. tali-temali, dan sudah tertawa terbahak-bahak. Waktunya kami untuk tidur. Di tendaku, saat kami memasuki tenda, benar-benar semuanya langsung beres-beres, lalu TIDOOOOR. Betul-betul nyenyak tidur temen-teman satu tendaku ini. Malam itu, aku tidur disebelah Michelle. Dan aku tau, tidurnya sangat nyenyak karena tangannya sudah sampai mukaku, dan dia tidak sadar.
Kami benar-benar butuh istirahat, karena sudah menjalankan hari yang panjang, dan harus menyimpan energi untuk besok. Karena besok kami akan treking ke Curug!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar